BEM Unipra Periode 2026–2028 Resmi Dilantik, Rektor Tekankan Penguatan Solidaritas dan Sinergi UKM

[ Foto] Foto bersama pengurusan BEM Unipra periode 2026-2028 dengan Rektor dan Wakil Rektor I Unipra.
 Surabaya | LPM BukPoIn – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas W.R. Supratman (Unipra) Surabaya periode 2026–2028 resmi dilantik dalam prosesi yang digelar di Ruang Aula Unipra Surabaya, pada Jumat (7/8/2026).

Pelantikan menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk menjalankan roda organisasi sekaligus mendorong penguatan sinergi antarorganisasi kemahasiswaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Unipra Bachrul Amiq, jajaran pimpinan Universitas, perwakilan organisasi mahasiswa, serta tamu undangan. Prosesi pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah dan penyerahan amanah kepada jajaran pengurus BEM Unipra periode 2026–2028.

Ketua pelaksana sekaligus Wakil Presiden Mahasiswa Unipra Surabaya, Tafwild Chafin, menjelaskan bahwa pelantikan mengusung tema “Bersinergi dalam Kepemimpinan, Berkarya untuk Perubahan”. Menurutnya, tema tersebut menggambarkan pentingnya membangun kerja sama dalam menjalankan roda organisasi, baik di internal BEM maupun dengan organisasi kemahasiswaan lainnya.

“Tema ini kami pilih karena dalam menjalankan organisasi tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kerja sama dari seluruh elemen kepengurusan agar setiap program yang dijalankan dapat memberikan dampak dan membawa perubahan yang positif bagi mahasiswa,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan pelantikan tidak terlepas dari kekompakan seluruh panitia. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi salah satu gambaran penting bahwa komunikasi dan solidaritas dibutuhkan dalam menjalankan sebuah organisasi.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik berkat partisipasi dan kekompakan teman-teman panitia. Ini menjadi bukti bahwa ketika kita mampu bekerja sama dan saling mendukung, sebuah kegiatan dapat terlaksana dengan maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Unipra periode 2026–2028, Lailatul Musyarrofah, menyampaikan bahwa penataan sistem organisasi menjadi salah satu langkah awal yang akan dilakukan dalam kepengurusan barunya. Perbaikan tersebut mencakup Peraturan Organisasi (PO) serta tata kelola administrasi yang dinilai perlu diperkuat agar organisasi berjalan lebih tertata.

“Langkah awal yang akan saya perbaiki ialah PO karena ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Adapun hal yang ingin dicapai yaitu memperbaiki sistem terkait administrasi yang sangat krusial saat ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Laila menegaskan bahwa kepengurusan BEM periode 2026–2028 akan berfokus pada pengembangan seluruh organisasi mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

“Fokus utama dalam program kerja periode kali ini adalah memastikan seluruh ornamen mahasiswa dapat berkembang, mencapai tujuan dan target yang dapat mendukung pengembangan diri mahasiswa,” tambahnya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk membangun budaya organisasi yang tetap berjalan seimbang dengan tanggung jawab akademik. Menurutnya, manajemen waktu, komunikasi, dan penentuan prioritas menjadi hal penting yang perlu diterapkan mahasiswa dalam menjalankan aktivitas organisasi.

“Mari memulai dari saat ini, dari diri kita sendiri, dalam manajemen waktu yang disiplin, komunikasi yang transparan, dan penetapan skala prioritas,” tuturnya.

Di sisi lain, Rektor Unipra Bachrul Amiq memberikan apresiasi terhadap kepengurusan BEM periode sebelumnya. Namun, ia berharap kepengurusan baru dapat meningkatkan solidaritas internal agar koordinasi dengan seluruh organisasi mahasiswa, khususnya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dapat berjalan lebih maksimal.

“BEM lalu sudah bagus, ditingkatkan kesolidannya saja, supaya semua UKM berinduk ke BEM,” pesannya.

Amiq juga menegaskan bahwa pengurus BEM memiliki tanggung jawab untuk menggerakkan seluruh organisasi kemahasiswaan di lingkungan Unipra. Ia berharap tidak ada organisasi mahasiswa yang berhenti menjalankan aktivitasnya sehingga kehidupan kemahasiswaan di kampus tetap berjalan secara aktif dan berkelanjutan.

“Para pengurus memikul tanggung jawab untuk Unipra, harus mampu menggerakkan semua UKM, jangan ada UKM yang tidur, supaya Unipra bisa eksis sepanjang masa,” tegasnya.(Ell/Shb)