![]() |
| [Foto] Suasana pengerjaan soal KMSI Rayon Surabaya 1 |
Surabaya | LPM BukPoIn – Yayasan Intan Mutia menggelar Kompetisi Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris (KMSI) Rayon Surabaya 1 babak penyisihan di Universitas W.R. Supratman (Unipra) Surabaya, Sabtu (29/8/2026).
Kompetisi tersebut diikuti ratusan peserta dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Para peserta mengikuti tes penyisihan tertulis sesuai dengan kategori jenjang masing-masing. KMSI membagi peserta ke dalam beberapa level, yakni Level A untuk tingkat TK, Level 1 untuk kelas 1–2 SD/MI, Level 2 untuk kelas 3–4 SD/MI, Level 3 untuk kelas 5–6 SD/MI, serta Level 4 untuk kelas 7–9 SMP/MTs.
Rangkaian kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dengan jumlah peserta mencapai 399 peserta dari seluruh mata pelajaran dan tingkatan. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta sebelum memasuki ruang ujian, kemudian dilanjutkan dengan pengerjaan soal tes tertulis sesuai waktu yang telah ditentukan.
Ketua Pelaksana KMSI Rayon Surabaya 1, Rizki Ahmad Taufik, mengatakan kompetisi tahun ini mengusung tema “Mencari Prestasi, Mengutamakan Kejujuran”. Menurutnya, tema tersebut dipilih agar peserta memahami bahwa mengikuti kompetisi bukan tentang meraih kemenangan, tetapi menekankan nilai kejujuran.
“Pada tahun ini kami mengusung tema “Mencari Prestasi, Mengutamakan Kejujuran”. Alasan pemilihan tema ini untuk memotivasi siswa agar tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga membangun integritas, kejujuran, serta semangat belajar,” sampainya.
Rizki menambahkan, KMSI juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun semangat kompetisi yang sehat.
“Untuk tujuannya sendiri terutama menjadikan wadah untuk mengasah potensi akademis siswa, melatih jiwa kompetitif yang sehat, serta menjaring bibit unggul dari Rayon 1 Surabaya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa persiapan pelaksanaan kompetisi telah dilakukan sejak Juli dengan berbagai tahapan, mulai dari pendaftaran peserta, pengurusan perizinan, gladi bersih, hingga sterilisasi ruangan.
“Persiapan dimulai sejak satu bulan lalu, mencakup pendaftaran, perizinan, hingga gladi bersih dan sterilisasi ruangan pada H-1 kegiatan,” jelasnya.
Di sisi lain, Yani, ibu dari Alia, salah satu peserta KMSI Level A, mengaku kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama bagi putrinya mengikuti kompetisi di luar lingkungan sekolah.
“Ini lomba pertama anak saya yang di luar sekolah. Jadi, tadi sempat was-was karena anak masih TK, jadinya tolah-toleh. Tetapi setelah itu, Alhamdulillah sudah berjalan dengan baik,” ujarnya.
Yani mengatakan keikutsertaan putrinya dalam KMSI bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan. Ia ingin mengenalkan dunia kompetisi kepada anak sejak dini agar terbiasa mengikuti berbagai kegiatan dan memiliki semangat untuk terus belajar.
“Kalau target juara sih enggak, cuma mulai ngajarin anak untuk tahu kompetisi. Jadi supaya nanti dan seterusnya pinginnya juga selalu ikut, supaya dia semangat,” tuturnya.
Meski memberikan pengalaman positif, Yani berharap penyelenggara dapat mempertimbangkan kembali pembagian peserta berdasarkan jenjang usia pada pelaksanaan berikutnya, khususnya untuk peserta TK.
“Mungkin kalau bisa ke depannya yang TK dipisah, karena jarak kemampuan antara TK dan SD cukup jauh. Kalau SD kan sudah wajib bisa membaca, sedangkan anak TK ada yang masih belajar membaca,” harapnya.
Setelah menyelesaikan babak penyisihan, para peserta kini menanti hasil seleksi yang akan diumumkan maksimal tiga hari setelah pelaksanaan melalui grup KMSI Rayon Surabaya 1. Peserta yang dinyatakan lolos akan melanjutkan kompetisi ke babak Grand Final tingkat provinsi. (Ell/Shb)
