![]() |
| [Foto] Serah Terima Jabatan dari Ketua UKKI periode 2025-2026 ke Ketua UKKI terpilih periode 2026-2027 |
Surabaya | LPM BukPoIn – Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) Universitas W.R. Supratman (Unipra) Surabaya resmi menetapkan Ahmad Rayi Ramadhani sebagai Ketua UKKI periode 2026–2027 melalui Musyawarah Akbar III yang diselenggarakan di Mushola An-Nur pada Pukul 16.00–17.30 WIB, Selasa (04/08/2026).
Rangkaian Musyawarah Akbar III yang dihadiri 16 anggota dan Pembina UKKI tersebut diawali dengan proses pemilihan ketua, di mana Ahmad Rayi Ramadhani mengajukan diri sebagai calon ketua dan memperoleh dukungan penuh dari seluruh anggota yang hadir, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan istighosah dan Maulid Diba' sebagai penutup acara.
Ahmad Rayi Ramadhani selaku Ketua UKKI terpilih menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia mengaku bangga dapat mengemban amanah tersebut, sekaligus menjadikannya sebagai tanggung jawab dan kesempatan untuk terus belajar dalam memimpin organisasi.
"Alhamdulillah, perasaan saya seperti air laut yang ada pasang surutnya. Di satu sisi saya tidak memiliki keinginan menjadi ketua karena sudah cukup mengikuti banyak UKM di Kampus. Namun di sisi lain, saya bersyukur mendapat kesempatan untuk belajar bertanggung jawab, berorganisasi, serta menerapkan ilmu yang saya pelajari di Program Studi Manajemen," ujarnya.
Lebih lanjut, mahasiswa yang akrab disapa Rayi itu menyampaikan bahwa pada awal masa kepemimpinannya, ia akan memprioritaskan kembali pelaksanaan rutinan khususiyah sebagai salah satu program utama UKKI.
"Langkah pertama yang akan saya lakukan adalah mengembalikan kegiatan rutin khususiyah yang menurut saya mulai tidak berjalan. Selain itu, saya juga ingin membenahi administrasi UKKI agar lebih tertata dan jelas," ungkapnya.
Tidak hanya rutinan khususiyah, Rayi juga berencana menghadirkan program Khotmil Qur'an serta doa bersama lintas agama, guna memperkuat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama di lingkungan kampus.
"Saya juga ingin membuat program Khotmil Qur'an dan doa bersama lintas agama sebagai bentuk pluralisme guna mendoakan keselamatan bangsa," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Demisioner UKKI periode 2025–2026, Moch. David Dzikrillah, berharap kepengurusan yang baru mampu membawa UKKI menjadi ruang yang tidak hanya memperkuat nilai-nilai keislaman, tetapi juga mendorong setiap anggota untuk berkembang sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan kampus.
"Saya berharap UKKI bukan hanya menjadi media pengembangan spiritual mahasiswa, tetapi juga dapat mengembangkan potensi yang dimiliki setiap anggota sehingga tercipta lingkungan yang baik untuk sama-sama belajar menjadi lebih baik dan dapat menjadi contoh yang baik bagi mahasiswa lainnya," tutupnya.(Ssc/Zid)
