Petugas Upacara HUT RI ke-81 Unipra Dinilai 90 persen, Evaluasi Disiapkan untuk Tahun Depan

[Foto] foto bersama rektor dan petugas upacara 
Surabaya | LPM BukPoIn – Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Universitas W.R. Supratman (Unipra) Surabaya mendapat penilaian 90 persen dari pelatih petugas upacara. Meski dinilai berjalan baik, sejumlah evaluasi disiapkan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan pada tahun mendatang.

Upacara yang berlangsung di halaman Kampus Unipra pada Senin (17/8/2026) tersebut diikuti oleh sivitas akademika Unipra serta mahasiswa baru tahun 2026.

Pelatih petugas upacara, Wahyu Eko Cahyono, mengatakan persiapan tahun ini tergolong minim. Namun, penguasaan para petugas dalam Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan tata upacara menjadi modal penting dalam menghadapi keterbatasan waktu persiapan.

"Persiapannya sebenarnya sangat minim, paskibra hanya menjalani sekitar lima kali latihan dengan pembagian latihan pagi dan malam, tapi karena mereka punya pengalaman, sudah menguasai PBB maka persiapannya bisa berjalan dengan baik," ujar Eko.

Berdasarkan hasil evaluasi, Eko memberikan nilai sekitar 90 persen terhadap pelaksanaan petugas upacara. Menurutnya, capaian tersebut sudah tergolong baik, meski masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan.

"Ya, saya berikan mereka nilai sekitar 90 persen lah, sudah cukup bagus sekali lah tapi walaupun sudah cukup bagus tetap harus ada yang perlu ditingkatkan lagi sehingga lebih bagus lagi kedepannya," tuturnya

Salah satu evaluasi yang menjadi perhatian adalah jumlah pasukan dalam formasi upacara. Eko menyebut pelaksanaan tahun ini menggunakan formasi enam pasukan dan menjadi pengalaman berbeda bagi para petugas.

"Pelaksanaan tahun ini juga menjadi pengalaman berbeda karena untuk pertama kalinya digunakan formasi pasukan enam. Untuk kedepannya, apabila memungkinkan, formasi tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi pasukan sembilan," harapnya.

Sementara itu, Komandan Upacara, Rafly Rachmat Ardiansyah, menilai koordinasi antara dirinya, Paskibra, dan petugas lainnya berjalan dengan baik. Menurutnya, latihan dan briefing sebelum pelaksanaan membantu setiap petugas memahami tugas serta tanggung jawab masing-masing.

"Alhamdulillah enaklah, Sebelum pelaksanaan itu seluruh petugas mengikuti latihan dan briefing untuk memahami tugas serta tanggung jawab masing-masing," ungkapnya.

Ia menilai kekompakan dan komunikasi antarpetugas menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kelancaran upacara.

Bagi Rafly, pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI di Unipra juga menjadi pengalaman pertamanya sebagai komandan upacara sekaligus pengalaman berharga dalam menjalankan tugas organisasi.

"Ini tuh menjadi pengalaman pertama saya menjadi sebagai Komandan Upacara sekaligus pengalaman yang berharga bagi saya ya, semua proses latihan dan persiapan yang cukup melelahkan akhirnya terbayarkan ketika kami berhasil melaksanakan tugas dengan baik,” ungkapnya

Di sisi lain, Rektor Unipra, Bachrul Amiq, memberikan apresiasi kepada para mahasiswa yang terlibat sebagai petugas upacara. Dalam amanatnya, ia menilai keterlibatan mahasiswa sebagai petugas upacara menunjukkan keberanian, kedisiplinan, dan pengalaman berorganisasi.

"Kita lihat dan kita saksikan bersama bagaimana keberanian mahasiswa mengemban tugas sebagai petugas upacara, Resimen Mahasiswa dan UKM Pramuka dalam menyajikan pengibaran bendera merah putih, saya bangga kepada kalian yang semakin matang dan luar biasa," katanya.

Amiq berpesan kepada mahasiswa Unipra agar tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kelas. Menurutnya, pengalaman melalui berbagai kegiatan di luar kelas dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan dan kepemimpinan.

"Maka dari itu saudara sekalian, selama saudara kuliah di Unipra jadilah mahasiswa yang bener bener menggunakan haknya untuk belajar, jangan hanya datang, duduk, mendengarkan lalu pulang," pesannya

Ia menambahkan, pengalaman mahasiswa dalam menjalankan berbagai kegiatan kampus, termasuk menjadi petugas upacara maupun memimpin organisasi kemahasiswaan, dapat memberikan manfaat dalam kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

"Liat contoh dari kakak-kakak, senior-senior ini yang hadir, berani menjadi petugas upacara, berani memimpin sebuah organisasi kemahasiswaan, itu semua kelak akan memberikan manfaat pada saudara dalam berkarya dalam bangsa Indonesia," imbuhnya.

Dirinya juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah tergoda oleh pekerjaan yang menawarkan penghasilan tinggi dalam waktu singkat. Ia mendorong mahasiswa untuk tetap fokus menyelesaikan pendidikan dan mengejar cita-cita.

"Ingat, hasil tidak akan mengkhianati proses, tidak ada yang instan, maka jangan tergoda pada tukang kupas bawang, yang memiliki gaji 700 ribu perbulan, tapi saudara harus fokus pada cita citanya," tutupnya.(Bqs/Frs)