Rapat Perdana Pembentukan Kabinet BEM Unipra Periode 2026-2028, Hadirkan Gebrakan Baru

 

[Foto] Pengurus baru BEM Unipra periode 2026-2028.
Surabaya | LPM BukPoIn – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas W.R. Supratman (Unipra) Surabaya resmi menetapkan Kabinet Pravartana sebagai nama kabinet kepengurusan periode 2026–2028 dalam rapat pembentukan kabinet yang digelar pada Jumat (24/7/2026). Selain menetapkan nama kabinet, forum tersebut juga menyepakati penyederhanaan struktur organisasi dari delapan menjadi enam kementerian guna meningkatkan efektivitas kepengurusan.


Rapat yang berlangsung pukul 17.00–20.30 WIB itu dihadiri oleh 19 calon pengurus BEM Unipra yang telah mendaftarkan diri melalui Google Form pada 9–14 Juli 2026. Hadir pula Mandataris Presiden BEM dan Mandataris Wakil Presiden BEM Unipra sebagai pimpinan forum.

Mandataris Presiden BEM Unipra, Lailatul Musyarofah, mengatakan bahwa pembentukan kabinet menjadi langkah awal dalam membangun sistem kepengurusan yang lebih tertata sekaligus mengevaluasi struktur organisasi pada periode sebelumnya.

"Membentuk kerangka struktur kepengurusan yang baru setelah pergantian kepengurusan yang lama agar sistem tertata dan terstruktur," ujarnya.

Menurut Laila, sapaan akrabnya, evaluasi terhadap kepengurusan sebelumnya menunjukkan masih terdapat beberapa kementerian yang belum berjalan secara optimal. Karena itu, BEM Unipra memutuskan melakukan penyederhanaan struktur agar koordinasi dan pelaksanaan program kerja lebih efektif.

"Melakukan penyederhanaan kementerian karena di periode sebelumnya ada beberapa kementerian yang tidak berjalan. Jadi, untuk periode kali ini dilakukan penyederhanaan dengan sistem yang lebih terstruktur dan tertata. Sebelumnya ada delapan kementerian, sekarang dipangkas menjadi enam kementerian dan setiap kementerian memiliki koordinator tersendiri," jelasnya.

Adapun susunan kementerian BEM Unipra periode 2026–2028 meliputi:

1. Kementerian Komunikasi, Informasi, dan Strategis Eksternal (Kemenkomstra);
2. Kementerian Kajian Strategis dan Advokasi (Kemenkastrad);
3. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri);
4. Kementerian Agama (Kemenag);
5. Kementerian Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Kemenbudpora); dan
6. Kementerian Ekonomi Kreatif dan Sosial (Kemenkos).

Selain menetapkan struktur organisasi, rapat juga membahas penamaan kabinet sebagai identitas kepengurusan baru. Tiga nama diusulkan dalam forum, yakni Kabinet Asa Nusantara, Kabinet Pravartana, dan Kabinet Asa Karsa. Melalui mekanisme pemungutan suara, Kabinet Pravartana memperoleh suara terbanyak dan resmi ditetapkan sebagai nama kabinet BEM Unipra periode 2026–2028.

"Tadi kita juga membahas nama kabinet, dan sudah disepakati nama kabinet terbaru yaitu Kabinet Pravartana, yang dalam bahasa Sanskerta bermakna memulai, menggerakkan, atau menginisiasi suatu perubahan," tuturnya.

Ia berharap nama tersebut tidak sekadar menjadi identitas kepengurusan, tetapi juga menjadi semangat dalam menjalankan roda organisasi selama satu periode ke depan.

"Semoga Kabinet Pravartana periode ini dapat menjalankan amanah sesuai visi, misi, dan makna dari nama kabinet ini sendiri, yaitu menginisiasi perubahan yang progresif dan unggul," harapnya. (Zid/Shb)