![]() |
| [Foto] Foto bersama setelah pembukaan KKN-PPM oleh Wakil Rektor I |
KKN-PPM 2026 mengusung tema Peningkatan Kreativitas dan Produktivitas Masyarakat Kota Berbasis Kearifan Lokal, Tema ini menjadi wujud komitmen Unipra dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat setempat. Pelaksanaan KKN-PPM 2026 diikuti oleh 64 mahasiswa yang terbagi ke dalam tiga kelompok. Kelompok pertama ditempatkan di RW 2, kelompok kedua di RW 3, dan kelompok ketiga di RW 4 Kelurahan Klampis Ngasem.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Universitas W.R. Supratman, Bambang Sutejo, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan KKN-PPM 2026 sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
"Saya sangat antusias apabila ada kolaborasi antara kampus dengan masyarakat," ujar Bambang Sutejo saat membuka kegiatan KKN-PPM 2026.
Ia berharap melalui kerja sama yang baik antara mahasiswa, civitas akademika, pemerintah setempat, dan masyarakat, program-program KKN dapat berjalan dengan optimal serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Ketua Pelaksana KKN-PPM 2026, Siti Lailatus Sofiyah, menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN berlangsung selama satu setengah bulan. Namun, masa efektif mahasiswa berada di lokasi pengabdian selama satu bulan, sedangkan sisa waktu digunakan untuk persiapan dan penyusunan laporan kegiatan.
"KKN ini secara keseluruhan berlangsung 1,5 bulan, tetapi yang efektif di lapangan selama satu bulan. Selebihnya digunakan untuk kegiatan persiapan dan penyusunan laporan," ujarnya.
Dalam arahannya kepada peserta KKN, Sofi menegaskan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah daerah. Menurutnya, setiap kelompok telah memiliki program unggulan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
"Setiap kelompok memiliki program unggulan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Yang terpenting bukan banyaknya program, tetapi bagaimana program tersebut benar-benar bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pelaksanaan KKN sangat bergantung pada kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Sofi menjelaskan bahwa dipilihnya Kelurahan Klampis Ngasem sebagai lokasi KKN merupakan bagian dari komitmen Unipra untuk mewujudkan konsep kampus berdampak. Menurutnya, masyarakat di sekitar kampus harus menjadi pihak pertama yang merasakan manfaat dari keberadaan perguruan tinggi.
"Sebelum memberikan kontribusi kepada masyarakat yang lebih luas, kami ingin memastikan bahwa masyarakat di sekitar kampus terlebih dahulu merasakan manfaat dari keberadaan Universitas W.R. Supratman. Karena itu, lokasi KKN tahun ini dipusatkan di wilayah yang dekat dengan kampus," tuturnya.
Melalui KKN-PPM 2026, Universitas W.R. Supratman berharap mahasiswa tidak hanya mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu mendorong peningkatan kreativitas, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat melalui program-program pemberdayaan yang berkelanjutan. (Hds/Zqi)
