![]() |
| [Foto] Fitra Jaya Aktivis 90-an, Kiki Kurniawan Ketua AWS serta Anggota AWS, bersama Mahasiswa Unipra dan Universitas 45 |
Konsolidasi pembentukan posko tersebut dipimpin Ketua AWS, Kiki Kurniawan. Menurutnya, keberadaan posko bukan bertujuan mencari kesalahan pelaksanaan program, melainkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun laporan yang nantinya akan diteruskan kepada instansi terkait.
"Kami ingin masyarakat memiliki wadah untuk menyampaikan keluhan maupun apresiasi terhadap pelaksanaan MBG. Semua laporan akan kami himpun sebagai bahan evaluasi agar program ini berjalan lebih baik," ujar Kiki pada Selasa (21/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, aktivis 90-an Fitra Jaya turut memberikan pandangannya mengenai pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik. Menurutnya, gerakan mahasiswa akan memiliki nilai apabila didasarkan pada data dan fakta yang valid.
"Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen kontrol sosial. Karena itu, setiap gerakan harus disertai bukti dan data agar mampu menjadi masukan bagi Badan Gizi Nasional dalam memperbaiki pelaksanaan MBG," kata Fitra.
Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam posko pengawasan bukan sekadar mengikuti kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi bentuk implementasi fungsi kontrol sosial yang dimiliki sivitas akademika.
Mahasiswa Universitas 45, Rasya, menilai masih terdapat sejumlah aspek pelaksanaan MBG yang perlu dievaluasi sehingga pengawasan masyarakat tetap diperlukan.
"Posko ini menjadi sarana untuk menghimpun berbagai temuan di lapangan. Harapannya, evaluasi tersebut dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG bagi peserta didik mulai jenjang PAUD hingga SMA/SMK," ungkapnya.
Senada dengan itu, mahasiswa Unipra, Fiyan, mengatakan bahwa komitmen mahasiswa tidak berhenti pada pembentukan posko. Menurutnya, keberlanjutan gerakan menjadi faktor penting agar aspirasi masyarakat benar-benar tersampaikan kepada pemerintah.
"Kami ingin pengawasan ini berjalan secara berkelanjutan. Mahasiswa harus konsisten mengawal aspirasi masyarakat agar setiap masukan dapat menjadi bagian dari perbaikan program," ujarnya. (Hds/Shb)
