![]() |
| [Foto] Suasana pertemuan pertama Workshop Coding gratis Arek Suroboyo |
Surabaya | LPM BukPoIn – Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas W.R. Supratman (Unipra) Surabaya sukses menggelar pembukaan Workshop Coding secara gratis yang berlangsung di Ruang Microteaching Unipra, dengan diikuti 13 peserta dari berbagai Sekolah Dasar (SD) di Kota Surabaya, pada Minggu (12/7/2026).
Rangkaian kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00-12.00 WIB tersebut diawali dengan proses registrasi peserta, dilanjutkan sambutan-sambutan, perkenalan panitia dan mentor, serta pemaparan tujuan dan mekanisme pelaksanaan Workshop Coding kepada para peserta.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Alfonsius Aldiano Densi, yang akrab disapa Andhok, menjelaskan bahwa peserta tidak hanya dikenalkan pada dasar-dasar coding, tetapi juga langsung mempraktikkannya bersama mentor. Menurutnya, kegiatan hari pertama dirancang secara interaktif agar anak-anak merasa nyaman saat mulai mengenal dunia coding.
"Hari pertama kami awali dengan pembukaan, dan perkenalan. Setelah itu langsung masuk ke pengenalan dasar coding dan aplikasi Scratch. Anak-anak juga langsung diajak praktik membuat game sederhana yang didampingi oleh mentor. Di akhir sesi, kami adakan evaluasi singkat, pembagian doorprize, dan foto bersama," jelas Andhok.
Melalui kegiatan ini, Andhok berpesan kepada seluruh peserta untuk menjaga konsistensi belajar mereka.
"Tetap semangat dan jangan takut salah saat belajar coding. Jadikan ini langkah awal untuk mengenal teknologi lebih jauh," pesannya.
Ia berharap para peserta mampu menghasilkan karya digital yang bermanfaat, sehingga tidak hanya menikmati perkembangan teknologi, tetapi juga dapat berkontribusi melalui karya-karya inovatif.
"Kami berharap ke depan mereka tidak hanya menjadi konsumen atau pengguna teknologi, tetapi bisa menjadi kreator yang menciptakan karya digital bermanfaat," harapnya.
Apresiasi tinggi juga datang dari pihak akademisi. Fitria Hidayati selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) PGSD, menyambut baik inisiatif ini sebagai terobosan edukasi yang krusial bagi anak-anak usia dasar.
"Alhamdulillah, saya sangat mengapresiasi terselenggaranya workshop ini. Ini adalah langkah yang sangat baik untuk membekali anak-anak SD dengan keterampilan digital sejak dini. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan dampak positif yang besar," ujar Fitria.
Ia juga menaruh harapan besar agar para peserta memanfaatkan momentum ini untuk memupuk rasa ingin tahu yang tinggi. Menurutnya keterampilan coding bukan sekadar kemampuan teknis, melainkan sarana pembentukan karakter.
"Harapan saya, anak-anak bisa mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat. Semoga mereka tidak hanya menguasai kemampuan coding, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan era digital, sekaligus menjadi motor penggerak menyongsong Indonesia Emas 2045," pungkasnya.
Informasi lebih lanjut bahwa workshop ini akan berlangsung selama tiga hari pada tanggal 12, 19, 26 Juli 2026 dengan materi yang disusun secara bertahap:
Hari Pertama: Pengenalan dasar coding, pengenalan platform Scratch, dan praktik membuat game sederhana.
Hari Kedua: Pendalaman fungsi blok perintah (logika pemrograman) untuk membuat animasi dan game yang lebih interaktif.
Hari Ketiga: Penyempurnaan proyek mandiri, presentasi hasil karya di depan kelas, evaluasi, pembagian apresiasi, serta penutupan. (Bqs/Zid)
