![]() |
| [Foto] Praktek Penanganan Kebakaran |
![]() |
| [Foto] Muhammad Mundir, Koordinator Pencegahan Kebakaran DPKP Kota Surabaya |
Koordinator Pencegahan Kebakaran DPKP Kota Surabaya, Muhammad Mundir, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat merupakan bentuk nyata pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.
"Kegiatan sosialisasi seperti ini adalah kegiatan yang luar biasa, karena mahasiswa itu harus mengenalkan kepada masyarakat tentang kampusnya. Mahasiswa juga harus memberikan warna kepada masyarakat," tuturnya.
Mundir menjelaskan bahwa DPKP Kota Surabaya saat ini menjalankan program Pemerintah Kota Surabaya yang berfokus pada tiga tahapan utama dalam penanggulangan kebakaran, yakni pra kebakaran, saat kebakaran, dan pasca kebakaran.
"Kita sedang fokus pada program Pak Wali Kota yang disampaikan kepada semua aparat Pemerintah Kota Surabaya. Apabila terjadi kebakaran, ada tiga hal penting, yaitu pra kebakaran, saat kebakaran, dan pasca kebakaran," ungkapnya.
Ia menuturkan, kegiatan sosialisasi yang digelar Himap FISIP Unipra merupakan implementasi dari tahap pra kebakaran yang menitikberatkan pada upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran warga agar mampu mengantisipasi risiko kebakaran sejak dini.
"Pada saat pra kebakaran dilakukan sosialisasi, gotong royong membersihkan kampung, kemudian edukasi kepada masyarakat, termasuk melalui kegiatan sambang warga," jelasnya.
Lebih lanjut, Mundir menjelaskan bahwa ketika kebakaran terjadi, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, segera mengevakuasi diri ke tempat yang aman, serta menghubungi DPKP Kota Surabaya agar proses penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
"Jadi kalau ada kebakaran jangan fokus pada api saja, tetapi ada yang memadamkan api, kemudian ada yang menyelamatkan atau mengevakuasi apabila masih ada korban di dalam. Masyarakat harus berbagi tugas agar penanganan dapat dilakukan dengan baik," jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat Surabaya agar memanfaatkan layanan darurat Command Center 112 apabila terjadi kebakaran maupun keadaan darurat lainnya.
"Apabila terjadi keadaan darurat, segera hubungi Command Center 112. Layanan ini bebas pulsa, tidak dipungut biaya, dan khusus melayani wilayah Surabaya," tambahnya.
Di sisi lain, salah satu peserta, Iil Lawatiana, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru melalui sosialisasi tersebut, terutama mengenai penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan langkah-langkah penanganan awal saat terjadi kebakaran.
"Jelas menambah ilmu. Selama ini kita hanya tahu dari berita atau sekadar mengenal APAR. Sekarang kami jadi tahu bagaimana cara menggunakan APAR yang benar dan bagaimana menangani ketika terjadi kebakaran," ungkapnya.
Anggota Kader Surabaya Hebat (KSH) itu menilai materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi praktik langsung sehingga menjadi bekal yang bermanfaat dalam menjalankan tugas di lingkungan masyarakat.
"Bagus sekali, karena di KSH juga ada aplikasi yang harus diisi terkait pemadam kebakaran. Sekarang kami bukan hanya membayangkan, tetapi sudah mendapat simulasi secara langsung. Ini menjadi bekal bagi kami sebagai anggota KSH," katanya.
Sementara itu, Dekan FISIP Unipra, Erlyna Hidyantari, menilai kegiatan yang diinisiasi Himap tersebut merupakan implementasi Tri Dharma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
"Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu keselamatan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat," tuturnya.
Ia berharap kolaborasi antara Himap FISIP Unipra dan DPKP Kota Surabaya dapat terus berlanjut sebagai bentuk implementasi visi dan misi Program Studi Administrasi Publik.
"Harapannya, kolaborasi ini dapat menghasilkan kegiatan yang berkelanjutan, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," harapnya. (Zid/Shb)

