Himap FISIP Unipra Gandeng Damkar Surabaya, Edukasi Warga Hadapi Bahaya Kebakaran

[Foto] Pembukaan Kegiatan Simulasi Siaga Kebakaran

Surabaya | LPM BukPoIn – Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (Himap) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas W.R. Supratman (Unipra) Surabaya, melalui Departemen Sosial Masyarakat menggelar Simulasi Siaga Kebakaran bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya pada Jumat (10/7/2026) di Balai RW 06, Kelurahan Ngagel Rejo.

‎Rangkaian kegiatan dimulai pukul 09.10 WIB, diawali dengan sambutan, dilanjutkan penyampaian materi dan praktik simulasi penanganan kebakaran oleh petugas Damkar Surabaya.

‎Ketua Pelaksana, Aisyah, mengatakan bahwa kegiatan yang digalakkan ini cukup penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran.

‎"Menurut saya kegiatan ini sangat menarik karena sasarannya memang masyarakat. Kegiatan ini dapat mengedukasi bagaimana cara menangani kebakaran,"

Tentunya, simulasi yang diikuti oleh perwakilan Kader Surabaya Hebat dari 12 RT tersebut memberikan edukasi praktis kepada masyarakat. Khususnya pada ibu rumah tangga.

‎"Utamanya, simulasi ini dapat mengedukasi bagaimana cara menangani kebakaran, terutama bagi ibu-ibu yang kesehariannya berada di dapur," ujarnya.

‎Ia menambahkan, meski sempat mengalami kendala teknis, kegiatan tetap berjalan lancar hingga selesai.

"Kendala atau human error pasti ada, apalagi acara dilaksanakan dengan melibatkan pihak eksternal. Tapi seluruhnya berjalan cukup baik," imbuhnya.

Sementara itu, ‎Sekretaris RW Ngagel Rejo, Sony, menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai mampu meningkatkan pengetahuan warga tentang pencegahan dan penanganan kebakaran.

"Kalau kesiapsiagaan saya kira belum sepenuhnya. Ada ketersediaan APAR, tetapi pemanfaatannya belum disosialisasikan. Namun, ini tentunya sangat bermanfaat untuk warga kami," ujar perwakilan unsur masyarakat.

‎Di sisi lain, Kaprodi Administrasi Publik, Mahardani Febri Hapsari, menilai kegiatan berjalan baik meski masih memerlukan evaluasi sebagai bagian dari program kepengurusan baru.

‎"Peran mahasiswa dalam mitigasi bencana sangat diperlukan. Kebakaran membutuhkan pemahaman khusus karena masyarakat biasanya panik terlebih dahulu ketika menghadapi kejadian tersebut. Oleh karena itu edukasi harus terus dilakukan," jelasnya.

‎Mahardani juga mengapresiasi antusiasme masyarakat dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

"Baiknya program kerja yang dampaknya langsung terasa di masyarakat seperti ini harus lebih sering diadakan. Jadi mahasiswa bukan hanya membuat kegiatan yang memperkuat teori, tetapi dapat terjun langsung bersama masyarakat," tutupnya.

‎Melalui kegiatan ini, HIMAP FISIP Unipra berharap masyarakat semakin memahami langkah-langkah pencegahan dan penanganan awal kebakaran serta memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan permukiman. (Hds/Zqi)