![]() |
| [Foto] Lita Machfud Arifin Anggota DPR RI Komisi X, Bachrul Amiq Rektor Unipra dan seluruh peserta Workshop Bina Talenta 2026 |
Surabaya | LPM BukPoIn – Universitas W.R. Supratman (Unipra) Surabaya menggelar Workshop Bina Talenta Berdampak 2026 di Aula Unipra, Rabu (14/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–14.25 WIB tersebut diikuti oleh 200 peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan mahasiswa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan sambutan Ketua Panitia dan Rektor Unipra, serta penyampaian materi oleh narasumber.
Mengusung tema “Sinergi Dosen, Tendik, dan Mahasiswa untuk Inovasi Pendidikan dan Pengabdian di Jawa Timur: Dari Riset ke Aksi, Dari Kampus ke Masyarakat”, kegiatan ini menyoroti pentingnya kolaborasi antarcivitas akademika dalam mendorong inovasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Bambang Sutejo selaku Ketua Panitia menjelaskan bahwa tema tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dalam mendorong kemajuan pendidikan.
“Tema ini memiliki pesan yang sangat penting, yaitu kemajuan pendidikan dapat dicapai melalui kerja sama dosen, tendik, dan mahasiswa. Mereka merupakan bagian dari generasi penerus yang memiliki kreativitas, inovasi, dan potensi besar untuk menghasilkan kemajuan di bidang pendidikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan tersebut berlangsung dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar satu minggu sejak pemberitahuan diterima.
“Sebenarnya, persiapan program ini cukup cepat, hanya satu minggu sejak pemberitahuan diberikan. Dalam waktu tersebut, kami harus mempersiapkan kegiatan dengan mengundang banyak peserta dan narasumber yang kompeten,” ungkapnya.
Ia berharap Workshop Bina Talenta Berdampak 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi awal terbentuknya kolaborasi yang mampu menghasilkan inovasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Workshop Bina Talenta Berdampak 2026 ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya kolaborasi yang inovatif, solutif, serta kegiatan pengabdian yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” harapnya.
Salah satu peserta, Agus Miftah Surur, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan inspirasi, terutama bagi mahasiswa baru.
“Kesan saya selama mengikuti acara ini sangat baik dan menginspirasi, terutama bagi mahasiswa baru seperti saya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat serta pentingnya kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Saya mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Saya juga menjadi lebih memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat serta bagaimana kegiatan yang dilakukan kampus dapat memberikan pengaruh dan dampak bagi masyarakat,” tambahnya.
Meski demikian, Agus turut menyampaikan evaluasi terkait penyampaian informasi mengenai pengumpulan surat pernyataan. Menurutnya, informasi mengenai persyaratan administrasi tersebut perlu disampaikan secara lebih terperinci agar peserta tidak mengalami kebingungan.
“Untuk evaluasi, mungkin informasi yang disampaikan bisa lebih terperinci agar peserta tidak merasa bingung. Salah satunya terkait surat pernyataan yang sudah diunggah melalui tautan pendaftaran, tetapi ternyata peserta juga harus menyerahkan bukti fisiknya. Akibatnya, peserta yang menggunakan e-meterai harus membeli meterai fisik kembali,” sampainya.
Sementara itu, Rektor Unipra menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut berawal dari informasi mengenai program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Melalui kegiatan ini, Unipra juga berupaya memperkuat minat mahasiswa dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini sebenarnya merupakan program dari Kementerian Dikti Saintek. Kami mendapatkan informasi mengenai kegiatan ini. Namun, bagi Unipra, hal yang penting adalah memperkuat minat mahasiswa dalam melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kami ingin Unipra semakin kuat dalam aspek tersebut. Selain aktif dalam kegiatan ekstrakampus lainnya, mahasiswa juga diharapkan tertarik untuk meneliti dan mengabdi kepada masyarakat sehingga budaya ilmiah semakin berkembang,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong terbentuknya kelompok-kelompok mahasiswa yang berfokus pada penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, ia juga berharap mahasiswa Unipra mampu bersaing dalam memperoleh hibah dari kementerian melalui berbagai program pengembangan mahasiswa.
“Harapan saya, setelah kegiatan ini, akan terbentuk kelompok-kelompok kecil mahasiswa yang menekuni bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kami juga berharap semakin banyak mahasiswa yang terlibat sehingga Unipra dapat memperoleh hibah kementerian, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), maupun program penguatan organisasi kemahasiswaan (Ormawa),” harapnya. (Ell/Shb)
