![]() |
| [Foto] Foto bersama KPR Himabis dan KPU Surabaya |
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai kepemiluan sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Himabis periode berikutnya.
Ketua KPR Himabis, Ahmad Fadlil Karomi, mengatakan bahwa penyelenggaraan pemilihan di lingkungan kampus menjadi pengalaman pertama baginya. Ia menilai kegiatan tersebut menarik sekaligus menantang karena memberikan banyak pengalaman baru dalam mengelola proses pemilihan.
“Ini adalah pengalaman pertama saya menyelenggarakan pemilihan di kampus. Bagi saya, kegiatan ini cukup menarik dan menantang karena memberikan banyak pengalaman, sekaligus tantangan yang harus dipikirkan dan diselesaikan secara efektif,” ujar mahasiswa semester satu tersebut.
Ia menambahkan, KPR akan terus memberikan dorongan dan motivasi kepada para kandidat agar mampu menunjukkan kualitas diri melalui visi, misi, dan tujuan yang jelas. Menurutnya, para kandidat perlu membuktikan komitmen mereka agar mahasiswa dapat menilai arah kepemimpinan yang akan dijalankan ke depan.
Sementara itu, Ketua Program Studi (Kaprodi) Administrasi Bisnis FISIP Unipra, Muthowif, menyampaikan bahwa sosialisasi voter education merupakan salah satu bentuk pendidikan politik bagi mahasiswa. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya partisipasi dalam proses pemilihan.
Muthowif menjelaskan, kegiatan ini juga berkaitan dengan berakhirnya masa kepengurusan Himabis periode 2025–2026 pada November 2026. Oleh karena itu, proses pemilihan ketua dan wakil ketua himpunan perlu dipersiapkan dengan baik agar berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
Ia berharap pelaksanaan pemilihan yang diselenggarakan oleh KPR pada November 2026 dapat berlangsung dengan lancar serta menghasilkan ketua dan wakil ketua yang mampu membawa Himabis ke arah yang lebih baik.
Dari pihak KPU Kota Surabaya, Subairi, anggota Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia, mengapresiasi antusiasme mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Ia menilai tingginya partisipasi peserta dalam mengajukan pertanyaan menunjukkan ketertarikan mahasiswa terhadap isu kepemiluan, termasuk penerapannya dalam pemilihan organisasi mahasiswa di tingkat program studi.
“Segmen KPU Goes to Campus di Universitas W.R. Supratman ini luar biasa. Pesertanya sangat antusias dan mengajukan berbagai pertanyaan tentang kepemiluan, yang kemudian dikaitkan dengan pelaksanaan pemilihan di himpunan mahasiswa program studi. Ini merupakan iklim yang baik untuk terus kita pupuk melalui pendidikan pemilih,” jelasnya.
Subairi juga menilai mahasiswa sebagai kelompok pemilih yang kritis dan memiliki rasa ingin tahu tinggi. Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami proses pemilihan, tetapi juga terlibat aktif dalam kegiatan kepemiluan.
“Mahasiswa merupakan segmen pemilih yang kritis dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Karena itu, kami mengajak mereka untuk menjadi relawan dan terlibat aktif bersama-sama dalam kegiatan kepemiluan,” pungkasnya. (Ihm/Shb)
