FISIP Unipra Gelar Yudisium Perdana Magister Administrasi Publik, Luluskan 15 Mahasiswa

[Foto] Dekan FISIP Unipra Erlyna Hidyantari, Kaprodi Magister Administrasi Publik Hardiono, dan 15 Mahasiswa Magister Administrasi Publik

Surabaya | LPM BukPoIn – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas W.R. Supratman (Unipra) Surabaya menggelar yudisium perdana Program Studi Magister Administrasi Publik dengan meluluskan 15 mahasiswa. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Swiss Belinn Manyar, Surabaya, Jumat (16/10/2026).

Dekan FISIP Unipra, Erlyna Hidyantari, menyampaikan bahwa yudisium perdana tersebut menjadi momentum penting dan bersejarah bagi fakultas dalam mengembangkan pendidikan pascasarjana.

“Ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi penanda bahwa program studi telah memasuki tahap penting dalam pelaksanaan pendidikan pascasarjana, sekaligus merupakan wujud komitmen Fakultas dalam mengembangkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia berharap, yudisium perdana ini dapat memperkuat peran FISIP Unipra dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki penguasaan akademik dan kemampuan analisis kebijakan publik, tetapi juga berintegritas, profesional, serta peka terhadap berbagai persoalan masyarakat.

“Kami berharap, pencapaian ini menjadi fondasi yang kuat bagi pengembangan Program Studi Magister Administrasi Publik ke depan, baik dalam peningkatan mutu pendidikan, penguatan penelitian, maupun kontribusi nyata terhadap tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Administrasi Publik, Hardiono, menjelaskan bahwa program studi tersebut telah menarik mahasiswa dari berbagai latar belakang profesi. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan administrasi publik memiliki relevansi bagi berbagai kalangan.

“Latar belakang profesi mahasiswa S2 Program Studi Administrasi Publik berasal dari berbagai kalangan, mulai dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Aparatur Sipil Negara (ASN), masyarakat sipil, hingga Kepolisian Republik Indonesia (Polri),” tuturnya.

Menurut Hardiono, pendidikan Magister Administrasi Publik tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga menekankan kemampuan praktis dalam kebijakan dan tata kelola penyelenggaraan publik. Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi menjadi salah satu aspek yang diperkuat untuk membekali lulusan menghadapi dinamika perkembangan administrasi publik.

“Karakteristik akademik mahasiswa dibangun melalui fondasi konseptual dan praktis dalam kebijakan serta tata kelola penyelenggaraan publik, salah satunya melalui mata kuliah yang menekankan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kelulusan perdana tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu langkah penting dalam pengembangan program studi, termasuk dalam proses peningkatan akreditasi.

“Sebagai program studi baru yang telah melahirkan lulusan pertamanya, pencapaian yudisium dan kelulusan perdana ini menjadi bagian penting bagi program studi dalam mempersiapkan pengajuan reakreditasi,” ungkapnya.

Salah satu lulusan perdana, Moch. Zeinuri, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya setelah berhasil menyelesaikan pendidikan Magister Administrasi Publik di Unipra. Ia menilai, ilmu yang diperoleh selama perkuliahan relevan dengan pekerjaannya sebagai penyelenggara pemilu, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Bawaslu.

“Ilmu yang saya peroleh sangat relevan dengan tugas saya sebagai penyelenggara pemilu dan dapat meningkatkan pelayanan publik, khususnya di Bawaslu. Menjadi angkatan pertama adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk menjaga nama baik dan membawa almamater,” tuturnya.

Zeinuri juga menceritakan pengalamannya selama menempuh pendidikan di Unipra. Menurutnya, kompetensi dosen serta metode pembelajaran yang diterapkan mampu mendukung proses belajar mahasiswa, termasuk mereka yang telah bekerja.

“Para dosen sangat kompeten, humanis, dan memahami mahasiswa yang sudah bekerja. Metode mengajarnya tidak hanya teoretis, tetapi juga melalui diskusi dan studi kasus yang aplikatif. Bimbingan yang diberikan sangat intensif, sabar, dan komunikatif,” jelasnya.

Koordinator Divisi SDMO dan Diklat Bawaslu Bojonegoro tersebut berharap FISIP Unipra semakin berkembang dan mampu menjadi rujukan pendidikan administrasi publik di Jawa Timur.

“Harapan saya, FISIP Unipra semakin maju, akreditasinya meningkat, dan menjadi program studi rujukan di Jawa Timur. Semoga kualitas akademik bagi mahasiswa pekerja terus dipertahankan serta jejaring alumni semakin diperkuat agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi daerah,” pungkasnya. (Yzd/Shb)