Penutupan KKN-PPM Unipra, Program Mahasiswa Diharapkan Terus Berlanjut di Masyarakat

[Foto] foto bersama setelah penutupan KKN-PPM Unipra 
Surabaya | LPM BukPoIn - Universitas W.R. Supratman (Unipra) Surabaya resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata–Pemberdayaan dan Pembelajaran Masyarakat (KKN-PPM) 2026 pada Sabtu (22/07/8/2026) pukul 08.25–11.00 WIB yang bertempat di Pendopo Kelurahan Klampis Ngasem, Surabaya. 

Penutupan tersebut menjadi tanda berakhirnya seluruh rangkaian program kerja dan masa pengabdian mahasiswa KKN-PPM Unipra di Klampis Ngasem Surabaya, yang dimana selama pelaksanaannya telah menghasilkan berbagai program kerja yang menyentuh persoalan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Sekretaris Kecamatan Sukolilo, Muhammad Taufik Siswanto, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN-PPM Unipra atas keterlibatan mereka dalam membantu sekaligus menghasilkan berbagai program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Klampis Ngasem, Surabaya.

“Tanpa adik-adik Unipra kami tidak bisa bergerak sendiri. Otomatis kami butuh edukasi dan inovasi yang dihasilkan para mahasiswa” sampainya.

Menurutnya, program yang dijalankan oleh masing-masing kelompok mahasiswa KKN-PPM Unipra memiliki nilai dan manfaat tersendiri, mulai dari pengelolaan lingkungan, serta pengembangan potensi ekonomi yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat Klampis Ngasem, Surabaya 

"Kalau di pilar lingkungan, ada enzim, kompos, pupuk cair, dan pemilahan sampah yang membantu menjaga kebersihan lalu ada meningkatkan perekonomian juga sangat bagus untuk masyarakat," ujarnya

Ia menambahkan bahwa program kerja yang dihasilkan juga mencakup pemanfaatan teknologi yang dinilai bermanfaat dalam mempermudah penyampaian informasi kepada masyarakat.

"Sementara pada pilar teknologi, ada aplikasi untuk program karang taruna maupun masyarakat Kader Surabaya Hebat (KSH) yang memudahkan penyampaian informasi dan komunikasi tanpa harus bertemu langsung," imbuhnya.

Meski kegiatan KKN-PPM Unipra ini telah berakhir, Taufik berharap program yang sudah dibuat tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke kampus. Ia ingin keberlanjutan menjadi hal penting agar manfaat yang diberikan selama KKN-PPM tetap dirasakan masyarakat.

“Kami minta keberlanjutan dari program adik-adik yang luar biasa ini. Mudah-mudahan masyarakat kalau didampingi dan diikuti terus, apa yang diciptakan dan diberikan itu tetap bermanfaat” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Unipra, Siti Lailatus Sofiyah menilai pelaksanaan KKN-PPM tahun ini berjalan cukup baik. Menurutnya kekompakan mahasiswa dalam menjalankan berbagai program menjadi salah satu hal yang terlihat selama proses pengabdian berlangsung.

“Alhamdulillah mereka cukup kompak dan solid untuk menjalankan program-programnya. Mereka bisa berkreasi dan berkarya dengan ide dan gagasan masing-masing untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dengan keilmuan yang mereka miliki” ungkapnya.

Wakil Ketua V Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama' (NU) Jawa Timur tersebut menambahkan bahwa setiap kegiatan tidak terlepas dari kekurangan, sehingga berbagai kekurangan yang ditemukan akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depannya.

"Kalau evaluasi ya perlu. Kalau yang masih kurang-kurang itu nanti akan dievaluasi dan dalam perbaikan ke depan, insyaallah ini dalam proses" tambahnya.

Sementara itu, hasil karya mahasiswa turut ditampilkan melalui pameran dan bazar KKN-PPM. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan hasil program yang telah mereka jalankan selama berada di tengah masyarakat.

“Memang berjalan cukup bagus dan teman-teman di lapangan kompak. Tadi juga terbukti ditampilkan dalam pameran atau bazar KKN, dan itu memang kita fasilitasi untuk menampilkan karya-karya terbaik mereka,” tuturnya.

Di sisi lain, Wakil Rektor I Unipra, Bambang Sutejo, memaknai penutupan KKN-PPM Unipra sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat melalui penerapan ilmu yang dimiliki mahasiswa.

“Dengan penutupan KKN ini menunjukkan bahwa Universitas W.R. Supratman mampu memberikan sumbangsih keilmuan, baik dari segi ilmu teknik maupun ilmu ekonomi” ujarnya.

Ia berharap pengalaman mahasiswa selama mengikuti KKN-PPM di tengah masyarakat dapat menjadi bekal dalam mengembangkan keilmuan mereka.

“Mahasiswa bisa mencari permasalahan yang ada sebagai bahan untuk pengembangan keilmuan, misalkan untuk skripsi. Dari kasus yang ada di masyarakat bisa diwujudkan menjadi tugas akhir, kemudian memberikan solusi kepada masyarakat” harapnya.

Dengan berakhirnya rangkaian KKN-PPM, kontribusi mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada selesainya program kerja saja. Pengalaman dan inovasi yang telah dibawa ke masyarakat menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa sekaligus bentuk pengabdian perguruan tinggi yang dapat terus memberikan manfaat meskipun kegiatan ditutup.(Ell/Zid)