‎Studi Excursie Fakultas Teknik Menjembatani Teori dan Praktik Industri di Yogyakarta ‎

[Foto] Foto bersama peserta Study Excoursie di pabrik gula Madukismo, Yogyakarta 
Surabaya | LPM BukPoIn – Fakultas Teknik (FT) Universitas W.R. Supratman (Unipra) Surabaya sukses menyelenggarakan kegiatan Studi Excursie yang diikuti mahasiswa dari berbagai program studi dengan mengunjungi sejumlah perusahaan di Yogyakarta pada Jumat hingga Minggu (24–26/7/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa melalui pengalaman langsung di dunia industri.

‎Salah satu mahasiswa Teknik Industri, Muhammad Faizal Marzuqi, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, studi excursie memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung penerapan ilmu yang selama ini dipelajari di kelas.

‎“Sebagai mahasiswa Teknik Industri, saya ingin mendapatkan pengalaman langsung di dunia industri, bukan hanya memahami teori di kelas, tetapi juga melihat penerapannya di lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan dengan teman-teman,” ujarnya.

‎Faizal juga menambahkan bahwa kunjungan industri memberikan pengalaman berharga untuk memperluas wawasan mengenai proses produksi, sistem distribusi, hingga budaya kerja yang diterapkan dalam perusahaan. 

‎“Melalui kunjungan ke industri, mahasiswa dapat mengamati berbagai tahapan proses-proses yang ada di perusahaan. Pengalaman tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tantangan dan kebutuhan dunia kerja di masa mendatang,” pungkasnya.

Dekan Fakultas Teknik, Nurul Fani, menegaskan bahwa kegiatan studi excursie menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang mampu menjembatani teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik di dunia industri.

‎“Studi excursie bukan hanya sekadar kunjungan, tetapi merupakan proses pembelajaran yang mempertemukan teori dengan realitas industri. Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap secara mental dan keterampilan ketika memasuki dunia kerja,” ungkapnya.

‎Menurutnya, melalui kunjungan tersebut mahasiswa dapat memahami penerapan ilmu pengetahuan, mengenal sistem kerja perusahaan, serta memperoleh gambaran mengenai tantangan yang akan dihadapi di dunia kerja. 

"Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran lapangan, tetapi juga menjadi bekal bagi mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis," tuturnya.

‎Melalui kegiatan Studi Excursie ini, dirinya berharap mahasiswa mampu mengintegrasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan pengalaman nyata di dunia industri. 

"Selain memperluas wawasan, kegiatan ini juga diharapkan mampu mengembangkan kompetensi nonteknis, seperti kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama tim, dan profesionalisme," tutupnya.(Syf/Zqi)