Di Tengah Kesibukan, Dedi dan Maudy Buktikan Bisa Jadi Lulusan Terbaik di FEB

[Foto] Dedi dan Maudy, Wisudawan terbaik dari FEB pada Wisuda 1 Tahun 2026
Surabaya | LPM BukPoIn - Dua mahasiswa asal Prodi Manajemen dan Prodi Akutansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas W.R. Supratman (Unipra) Surabaya, berhasil meraih gelar wisudawan terbaik pada Rapat Terbuka Senat Wisuda periode 1 Tahun 2026 yang berlangsung di Mercure Surabaya Grand Mirama, pada Sabtu (18/4/2026).

Kedua mahasiswa FEB ini, membuahkan hasil luar biasa setelah duduk di bangku perkuliahan selama 3,5 tahun di Unipra.
  
Dedi Novianto, mahasiswa peraih IPK 3,90 merasa bersyukur atas keberhasilanya menjadi salah satu lulusan terbaik.

"Rasa syukur buat diri saya sendiri karena diberikan kelancaran dalam menempuh 3,5 tahun di Universitas W.R Supratman Surabaya, namun yang tak kalah penting do'a kedua orang tua saya dari ibu dan ayah saya," ucapnya.

Lebih lanjut, Ia juga berterima kasih kepada dosen-dosen yang telah memberikan ilmunya dan berharap Ia bisa memberikan motivasi kepada adik tingkatnya.

"Universitas W.R. Supratman jantung kedua saya, karena dedikasi penuh pendidikan di sini, terimakasih bapak dan ibu dosen telah memberikan ilmu yang terbaik bagi saya, dan semoga adik-adik juga wisuda tepat waktu,” ujarnya.

Dedi sapaan akrabnya, Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar selama proses kuliah hingga skripsi adalah manajemen waktu.

"Membagi waktu antara pekerjaan yang harus di selesaikan terlebih dahulu dengan pekerjaan yang lainnya,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Maudy Putri Meilita Sari, Wisudawati terbaik dari Prodi Akuntansi yang berhasil memperoleh IPK 3,85. Ia mengungkapkan perasaan haru atas keberhasilannya dalam meraih posisi terbaik sebagai lulusan dari Prodi Akuntansi.

"Pertama I expect it sihh, Alhamdulillah bisa berada di titik ini,” ungkapnya

Mahasiswi Prodi Akutansi ini membagikan ceritanya selama proses kuliah. Meskipun waktu menjadi tantangan terbesar, Ia tetap berusaha agar tidak meninggalkan kewajibannya sebagai seorang mahasiswa. 

"Tantangannya adalah waktu, karena saya juga bekerja di bank, jadi kalau pulang sampai malam, kadang di jalan juga sambil zoom kelas online," bebernya.

Ia merasakan bahwa kuliah di Unipra sangat memudahkan bagi mahasiswa yang sedang bekerja tetapi ingin tetap meraih gelar sarjana. 

"Ternyata di Unipra fleksibel benget, buat kalian yang tidak mau merepotkan orang tua, dan ingin bayar kuliah sendiri, kuliah di Unipra saja,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan FEB, Titok Waskito sangat bangga kepada lulusan FEB terbaik. Ia menekankan agar mahasiswa tidak berhenti pada prestasi akademik saja, tetapi juga memiliki etika dan tanggung jawab.

"Sebagai Dekan, tentu saya sangat bangga dengan capaian lulusan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Namun, harapan saya tidak berhenti pada prestasi akademik saja. saya ingin mereka mampu menjadi pribadi yang utuh yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan rasa tanggung jawab yang tinggi,” ungkapnya (Syf/Shb)