Inilah Motivasi Reka Dea Putri, Awal Gabung Menwa sampai diangkatnya menjadi Komandan

[Foto] Komandan Menwa Unipra 2026, Reka Dea Putri Mahasiswi angkatan 2025 dari prodi manajemen 
Surabaya | LPM BukPoIn - Partisipasi mahasiswa dalam organisasi kampus menjadi salah satu cara untuk membangun karakter kepemimpinan. Hal tersebut tercermin dari terpilihnya Reka Dea Putri, Mahasiswi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas W.R. Supratman (Unipra) Surabaya, angkatan 2025 sebagai Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa).

Reka menempuh pendidikan formal dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Trenggalek. Ia belajar di SD Negeri 6 Mlinjon, SMP Negeri 1 Karangan, dan SMA Negeri 2 Karangan. 

Selama sekolah, Reka mengatakan bahwa ia belum pernah mendapatkan penghargaan atau prestasi khusus. Namun ia berjanji akan terus berusaha lagi ke depannya.

"Untuk penghargaan sejauh ini belum, tapi saya berusaha menjadi lebih baik ke depannya," katanya saat dikonfirmasi pada Selasa (10/2/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam organisasi sebelum masuk ke perguruan tinggi hanya pada keanggotaan OSIS saat di SMA. Selain itu, Reka tidak pernah bergabung dalam organisasi lain baik di SD maupun SMP. Namun, pengalaman tersebut memberikan dasar awal baginya untuk memahami prinsip-prinsip kepemimpinan dan koordinasi.

Dalam aktivitas sehari-harinya, ia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah atau berkumpul dengan teman-temannya. Sebelum sepenuhnya aktif dalam Menwa, ia rutin pergi ke kampus setiap akhir pekan untuk berlatih bersama rekan-rekan serta senior Menwa.

Ia mulai bergabung di Menwa sejak awal masa perkuliahan karena ketertarikannya pada kegiatan serta nilai kedisiplinan yang diterapkan di dalam organisasi tersebut.

"Saya mulai gabung menwa itu baru awal ini atau maba, alasan saya ikut menwa karena saya menyukai kegiatan-kegiatan yang Ada di menwa dan ingin tahu menwa itu seperti apa," ujar mahasiswa semester satu itu.

Lebih lanjut, dirinya juga menjelaskan bahwa seluruh anggota Menwa mendapatkan pelatihan yang sama tanpa adanya perlakuan khusus.

"Pada saat di lembaga pendidikan semua pelatihan dipukul rata tidak ada yang berbeda dan semua dilatih dengan dasar untuk menjadi seorang pemimpin," katanya.

Reka juga memberikan penjelasan mengenai pengalaman berkesan yang ia rasakan yaitu melewati segala pelatihan dengan teman dan lebih saling menghargai satu sama lain. Sebagai Komandan Menwa, ia berharap agar organisasi ini terus berkembang.

"Semoga bisa bekerja sama dan saling membantu, lebih baik ke depannya, tetap semangat dan kompak," tutupnya. (Shf/Shb)