![]() |
| [Foto] Penyampaian Materi TM oleh Panitia LDKM |
Surabaya | LPM BukPoin – Menjelang pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) 2026, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas W.R. Supratman (Unipra) Surabaya menggelar Technical Meeting (TM) sebagai bagian dari rangkaian pra-kegiatan LDKM yang dihadiri puluhan mahasiswa, yang bertempat di Aula Unipra, Minggu (18/01/2026), mulai pukul 19.00 - 20.30 WIB.
Pada kegiatan Technical Meeting tersebut, panitia menyampaikan informasi terkait mekanisme kegiatan, mulai dari rangkaian pelaksanaan, perlengkapan yang harus dipersiapkan, hingga ketentuan yang wajib dipatuhi peserta pada hari pelaksanaan.
Ahmad Farisi selaku Wakil Ketua Panitia LDKM 2026, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian persiapan pra-LDKM berjalan dengan baik, meskipun terdapat sedikit kendala dari segi waktu.
“Alhamdulillah, kegiatan Technical Meeting berjalan lancar. Total seluruh peserta yang datang mencapai 75 Mahasiswa, dan semuanya sangat ber-antusias untuk mengikuti LDKM ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Faris sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa LDKM 2026 mengusung tema “Find Your Way, Lead the Change: Menemukan Arah, Memimpin Perubahan Masa Depan.”
“Kami mengusung tema tersebut karena ingin mendorong mahasiswa agar mahasiswa mampu menemukan jati dirinya sendiri serta tahu perannya mereka sebagai agen perubahan di masa depan. dan kita sudah menyiapkan ini sejak satu bulan sebelum hari pelaksanaan,” tambahnya.
Di sisi lain, Siti Khodijah Selaku Presiden BEM Unipra turut menyampaikan harapannya agar kegiatan LDKM ini mampu memberikan dampak nyata bagi peserta, khususnya dalam pengembangan potensi diri mahasiswa.
“Harapannya setelah mengikuti LDKM, para peserta dapat menemukan arah dan menyadari bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi yang bisa dikembangkan, baik melalui organisasi kampus, perlombaan, maupun lainnya,” tuturnya.
Ia juga menegaskan pentingnya keaktifan mahasiswa yang disertai dengan kesadaran untuk terus mengembangkan diri, bukan sekadar mengikuti kegiatan tanpa tujuan yang jelas.
“Mahasiswa pastinya diharapkan menjadi lebih aktif, tapi bukan sekadar aktif ikut-ikutan, melainkan mengembangkan potensi semaksimal mungkin,” pungkasnya.
(Kvn/Frs)
